Candi Kidal

Rate this item
(0 votes)

Candi Kidal merupakan warisan dari Kerajaan Singasari yang dibangun sebagai penghormatan untuk Anusapati, Raja kedua Singasari yang sudah memerintah selama 20 tahun dari 1227 sampai dengan 1248. Anusapati tewas dibunuh olah Panji Tohjaya saat perebutan kekuasaan Singasari dan diyakini sebagai kutukan Mpu Gandring. Candi ini sangat kental dengan budaya Jawa Timur dan sudah dipugar pada tahun 1990. Candi ini menceritakan cerita Garudeya, cerita mitologi Hindu dengan pesan moral pembebasan untuk para budak dan masih terjaga utuh hingga sekarang.

Pada penggalan pupuh di dalam Kitab Negarakertagama, yakni sebuah kakawin dengan banyak informasi mengenai kerajaan Majapahit dan juga Singosari menceritakan tentang Raja Singosari 2 yakni Anusapati dan tempat dharma di Candi Kidal. Candi kidal dibuat dengan batu andhesit dan berdimensi geometris vertikal. Pada bagian kaki candi terlihat tinggi dan tangga masuk keatas berbentuk kecil dan tidak terlihat seperti tangga sebenarnya. Bagian badan candi terlihat lebih kecil dibandingkan dengan luas kaki sehingga candi ini terlihat ramping. Pada kaki dan juga badan candi terdapat hiasan berupa medallion dan sabuk melingkar di bagian badan candi.

Bagian atap candi terdiri dari 3 tingkat seperti ratna yang merupakan ciri khas dari candi Hindu atau stupa yang merupakan ciri khas dari candi Buddha. Pada setiap tingkat mempunyai ruang sedikit luas dan ditambahkan hiasan yang konon ceritanya pada bagian sudut tingkatan atap terdapat berlian kecil. Kepala Kala di pahat pada bagian atas pitnu masuk serta bilik candi. Kala adalah bagian dari Dewa Siwa yang dikenal sebagai penajga bangunan suci. Hiasan ini terlihat seram dengan mata melotot dan mulut terbuka memperlihatkan 2 taring besar dan bengkok dan taring ini adalah ciri khas dari corak candi Jawa Timur. Pada bagian sudut kiri dan kanan ada jari tangan dengan sikap atau mudra seperti mengancam. Sisa pondasi dari sekeliling tembok berhasil di gali saat pemugaran tahun 1990-an dan terdapat tangga masuk menuju kompleks candi pada bagian barat melewati tembok. Akan tetapi tidak bisa dipastikan apakah ini merupakan bentuk asli atau tidak.

Sumber Informasi : Sejarah Lengkap

Read 17 times

Berlangganan Newsletter

Wisatanusa.com

Search